Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

GOOD TO GREAT (part 2)

3. Confront the Brutal Facts,
Semua perusahaan "good to great" memulai seluruh proses dengan menemukan jalur menuju ke kehebatan dengan menghadapi fakta brutal dari kenyataan saat itu. Tugas utama dalam membawa sebuah perusahaan dari "good to great" adalah menciptakan budaya yang di dalamnya orang mempunyai peluang amat besar untuk di dengar dan akhirnya agar kebenaran didengar. Kita mungkin bertanya-tanya, "Bagaimana kita memotivasi orang dengan fakta brutal?". Jawabannya adalah jika kita sukses meng-implementasi-kan hasil temuan/cara menghadapi fakta brutal tersebut, maka akan memotivasi diri mereka sendiri (karena mereka adalah orang yang tepat dalam bus), dimana kita menciptakan iklim tempat kebenara didengar dengan melakukan 4 prinsip dasar, yaitu:
1). Memimpin degan pertanyaan, bukan dengan jawaban.
Pemimpin perusahaan "good to great" menggunakan pertanyaan untuk satu dan satu-satunya alasan untuk memahaminya. Mereka tidak menggunakan pertanyaan sebagai bentuk manipulasi berupa, "tidakkah kalian setuju dengan saya mengenai hal ini?", karena ini akan menghabiskan banyak waktu mereka "hanya mencoba untuk memahami".
2). Terlibat dalam dialog dan debat, bukan pemaksaan.
Perusahaan "good to great" memiliki kecenderungan untuk dialog yang intensif, biasa kita menyebutkan "debat keras", atau "diskusi panas". Mereka tidak menggunakan diskusi sebagai proses berpura-pura untuk membiarkan orang "memperdengarkan suara mereka" sehingga mereka dapat "membeli" keputusan yang telah ditentukan lebih dahulu. Proses ini lebih mirip debat ilmiah yang panas, dengan orang yang terlibat dalam mencari jawaban yang paling baik.
3). Lakukan otopsi, tanpa meyalahkan.
Maksudnya adalah kemukakan semua kegagalan dan mendiskusikannya secara terbuka dan memandang ke cermin (dari kegagalan yang terjadi) tanpa menyalahkan orang lain atas keputusan yang keliru.
Kalau Anda melakukan otopsi tanpa menyalahkan, maka Anda berada di jalan menuju menciotakan iklim tempat kebenaran di dengar, Bila kita memiliki orang yang tepat di dalam bus, kita nyaris tidak akan pernah perlu menimpakan kesalahan tetapi hanya perlu mencari untuk memahami dan belajar.
4). Membangun mekanisme "red flag".
Yaitu kemampuan mengubah informasi menjadi informasi yang tidak dapat diabaikan.

4. Hedgehog Concept.
Apa itu Hedeghog Concept? Pertanyaan ini pasti muncul di benak kita. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya akan sedikit menguraikan penjelasan dari buku Jim Collins. Dimulai dari sebuah dongeng Yunani Kuno tentang kisah "Landak dan Serigala", kisah ini menceritakan tentang sang rubah yang selalu memikirkan strategi untuk menyerang landak, dan sang landak yang memiliki duri sebagai pertahanan. Dimana rubah mengetahui banyak hal, dan sang landak yang mengetahui satu hal yang besar. Sehingga, berasal dari kisah ini, oleh Isailah Berlin dalam karangannya yang terkenal "The Hedgehog and the Fox" membagi manusia menjadi 2 kelompok dasar, yaitu: rubah dan landak.  Rubah mengejar banyak akhir pada waktu yang sama dan melihat dunia dalam semua kerumitannya, tidak pernah memajukan pemikiran mereka ke dalam satu konsep keseluruhan atau visi yang menyatukan dan membimbing segala sesuatu. Sedangkan, landak menyederhanakan dunia yang kompleks menjadi ide dengan meng-organisasi-kan, mempunyai prinsip dasar atau konsep tunggal yang menyatukan dan membimbing segala sesuatu. Tidak masalah betapa kompleks dunia, landak mengurangi semua tantangan dan dilema menjadi sederhana. Untuk landak, apapun yang tidak berkaitan dengan ide landak adalah tidak relevan.
Jadi, hubungan antara landak dan rubah dengan diri sendiri adalah SEGALANYA. Yang berarti, mereka yang membangun perusahaan "good to great" adalah sampai tingkat tertentu (landak), mereka menggunakan sifat alami landak untuk menggerakkan ke arah apa yang kemudian kita sebut sebagai KONSEP LANDAK untuk perusahaan mereka.
Perbedaan strategis yang mendasar antara perusahaan "good to great" dan perusahaan pembanding terletak dalam dua perbedaan fundamental. Pertama, perusahaan "good to great" mendasarkan strategi mereka pada pemahaman mendalam tiga dimensi kunci (tiga lingkaran). Kedua, perusahaan "good to great" menerjemahkan pemahaman menjadi konsep yang sederhana dan jelas membimbing semua usaha merka (Konsep Landak).

Konsep Landak adalah konsep yang sederhana dan jelas yang mengalir dari pemahaman yang mendalam mengenai perpotongan tiga lingkaran sebagai berikut:
1). Dibidang apa Anda dapat menjadi paling baik di dunia?
Hanya karena Anda memiliki suatu kompetensi inti tidak selalu berarti Anda dapat menjadi yang paling baik dibidang itu. Sebaliknya, dibidang apa Anda dapat menjadi yang paling baik di dunia, mungkin bahkan sesuatu yang saat ini belum Anda garap atau kuasai ilmunya.
2). Apa yang menggerakkan mesin ekonomi Anda?
Semua perusahaan "good to great" memperoleh pemahaman yang tajam mengenai cara yang paling efektif menghasilkan arus kas yang bertahan lama dan mantap serta mendatangkan laba.
3). Apa yang Anda minati?
Perusahaan "good to great" mem-fokus-kan pada aktivitas yang merangsang minat. Idenya disini adalah bukan merangsang minat tetapi menemukan apa yang membuat Anda berminat.

Anda penasaran Step To Greatness selengkapnya ???

Nantikan "GOOD TO GREAT (part 3) yang merupakan penutup dari serangkaian penjelasan tentang GOOD TO GREAT.


--- Nil sine magno labore vita dedit mortalibus ---

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar